Penjualan Honda jauh diatas Yamaha

Kecuali di Indonesia, Di Seluruh Dunia Penjualan Honda jauh diatas Yamaha
Sekarang
kita tidak bicara statistik, tapi bicara masalah kesuksesan penjualan
produk Honda secara global. Dimana Honda mampu mendominasi Yamaha tidak
saja di sebagain besar regional, tetapi juga dieseluruh dunia secara
masif. Bahkan bagi Honda Motorcycle yang menjadi pertanyaan dan
tantangan adalah memperlebar selisih penjualan, bukan lagi menjaga
keunggulan seperti di Indonesia.
-= Ternyata Iconik Figur alias Penokohan cuma effektif di Indonesia =-
Mau
tau kenapa tulisan “Yamaha semakin di depan” nangkring di motor dan
werpak Rossi-Lorenzo ? Kenapa keberadaan mereka begitu vital bagi YMKI
? Jawabanya sederhana, pasalnya di Indonesia keberadaan “tokoh”
memiliki effek sangat besar bagi penjualan Yamaha. Tidak heran jika
Yamaha jepang mengatakan pasar indonesia sangat vital bagi mereka! Di
pasar eropa – amerika dan sebagian besar negara asia keberadaan tokoh
memang tidak bisa dibilang percuma, namun faktor ini tidak lah terlalu
signifikan karena hanya berpengaruh pada segmen tertentu, sportbike
misalnya. Itupun tidak menjadi penentu konsumen apakah memilih produk
karena faktor Rossi-Lorenzo, tetapi lebih karena kebutuhan dan Value
for Money produk tersebut
-= Jaringan dan Lemahnya Flexibilitas Line Up Yamaha dimata konsumen =-
Tidak
ada yang meragukan teknologi dan performance Yamaha. Lihat saja
teknologi Cross Plane Crankshaft pada YZF-R1, teknologi throttle by
Wire YZF R-6 hingga paddle shift pada Yamaha FJR 1300. Ini belum
termasuk produk lebih ringan seperti FZ6 hingga Yamaha Fazer 250 yang
tentunya lebih superior dibanding Honda CBF 250. Tetapi dari segi
oprasional bukan itu yang dibutuhkan konsumen. Terlepas dari adanya
speed limit ataupun aturan tahapan sim, yang pasti konsumen lebih
membutuhkan motor yang bersifat kompromis ketibang motor yang terlalu
terfokus seperti Yamaha. Jaringan Yamaha sendiri memang masih “lemah”
dibanding Honda, ini juga menjadi faktor penentu lainya yang cukup
signifikan.
-= Di Indonesia kenapa Honda cuma unggul tipis ? Faktor Tokoh atau AHM yang kurang sigap ?
Bisa
jadi kedua duanya merupakan faktor penentu. Pertama adalah faktor
Tokoh. Jelas Pedrosa bukan Mick Doohan, bahkan Stoner pun jauh lebih
dikenal dibandin Pedrosa dan untuk pasar indonesia hal ini tentunya
berpengaruh besar, sehingga ketika dihadapkan pada faktor ini Honda
tentunya babak belur dibanding Yamaha. Yang kedua adalah kesigapan
menghadapi selera pasar. Titik kulminasi terjadi di tahun 2006-7 dimana
produk Honda dianggap “produk prasejarah” yang tertinggal dari
teknologi hingga model. Beruntung gap antara Honda-Yamaha terlalu jauh.
Yang terakhir dan semoga berakhir adalah lambanya Honda merespon selera
pasar. Seperti penggantian Honda Tiger, Proses CKD Cbr 150 hingga
produk kontroversial CS1. Meski tanda tanda perbaikan strategi AHM
sudah mulai terlihat, inilah fakta dibalik sengitnya persaingan antara
AHM-YMKI di Indonesia.
Sumber: ducatimonster.wordpress.com

