Sehatkah Bumi KIta ......???
Ada beberapa indikator yang bisa menjadi penentu yang menyatakan status
kesehatan bumi.
Dilansir dari LiveScience, Selasa
(20/7/2010), berikut 10 tanda yang menentukan apakah bumi sehat atau
tidak:
1. Melelehnya es di Arktik (Kutub Utara)
Studi
terbaru memperkirakan bahwa perairan Arktik bisa meleleh dan bebas dari
es pada musim panas minimal 30 tahun lebih cepat dari perkiraan
sebelumnya. Melelehnya es di Kutub Utara ini bisa memperkuat
kecenderungan pemanasan global dan membahayakan penghuni Kutub Utara
sendiri, dari manusia hingga beruang kutub.
2. Runtuhnya
lapisan es Antartika (Kutub Selatan)
Wilkins adalah salah
satu dari sembilan lapisan es Antartika yang telah surut atau runtuh
dalam beberapa dekade terakhir. Lapisan es yang runtuh paling dramatis
adalah Larsen A dan B, yang runtuh secara tiba-tiba pada tahun 1995 dan
2002.
3. Lubang di lapisan ozon
Lapisan ozon
melindungi penghuni bumi dengan menyerap sinar ultraviolet berbahaya.
Tapi banyaknya penggunaan bahan kimia dan polutan dapat membuat lubang
besar di lapisan ozon. Dibutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk dapat
memulihkan lapisan ozon seperti semula.
4. Meluasnya
zona laut mati
Zona laut mati adalah kantong laut yang mana
oksigen habis sehingga banyak ikan, kerang dan spesien lain yang tidak
dapat bertahan hidup, seperti terdapat di Teluk Meksiko. Zona ini
terbentuk ketika pupuk tercecer dari sungai dan membuat banyak alga
(tumbuhan laut yang memproduksi oksigen) mati dan membusuk.
5.
Krisis karang laut
Terumbu karang adalah habitat laut yang
penting bagi kebanyakan spesies laut. Tapi beberapa dekade terakhir,
banyak terumbu karang yang mengalami krisis karena adanya penangkapan
ikan yang berlebihan, polusi laut, penyakit, pemanasan dan pengasaman
air laut. Perairan samudera menjadi lebih asam karena menyerap karbon
dioksida dari atmosfer. Artinya, semakin banyak polusi udara, makin asam
air laut.
6. Penebangan hutan
Kawasan hujan,
khususnya hutan hujan merupakan bidang utama keanekaragaman hayati,
hutan juga menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tapi laju
penebangan hutan secara global bisa mencapai sekitar 32 juta hektar per
tahun. Selain itu, kekeringan yang disebabkan oleh pemanasan global
dapat memperburuk situasi hutan di beberapa daerah.
7.
Pencemaran air
Dua per tiga dari planet bumi ditutupi dengan
permukaan air. Bila air tercemar, tentu saja dapat menyebabkan makhluk
hidup di bumi tidak bisa hidup. Dampak pemanasan global juga mengubah
pola ketersediaan air untuk minum dan pertanian.
8.
Penumpukan gas rumah kaca di atmosfer
Karbon dioksida dan
gas penangkap panas lainnya adalah polutan yang dapat meningkatkan emisi
gas rumah kaca. Banyaknya gas buangan pabrik dan kendaraan akan
memperbanyak jumlah emisi gas rumah kaca ini.
9. Hewan
terancam punah
Ketika habitatnya berubah dan terancam,
hewan-hewan yang ada di dalamnya juga mendapat tekanan. Daftar Merah
2008 dari spesies langka yang diterbitkan oleh World Conservation Union
mengidentifikasikan hampir 45.000 spesies yang terancam punah.
10.
Pesatnya laju pertumbuhan penduduk
Pada tahun 2007,
populasi dunia melebihi 6 miliar. Tahun itu juga menandai pertama
kalinya dalam sejarah lebih banyak orang tinggal di perkotaan daripada
daerah pedesaan. Enam miliar penduduk ini terus bersaing untuk
mempertahankan hidup dengan sumber daya alam yang sebenarnya terbatas,
seperti air, makanan dan bahan bakar.

