Sejarah Tunasjaya


SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN

Tunasjaya Honda Motor Group adalah nama Holding Perusahaan yang dipilih untuk mewakili gabungan dari dua perusahaan, yaitu PT. Armada Tunasjaya dan PT. Tunasjaya Mekararmada. Perusahaan yang dikelola dalam satu manajemen ini bergerak di bidang kedealeran yang direkomendasikan PT. Astra International Tbk - Honda (Main Dealer) sebagai salah satu Dealer Resmi Sepeda Motor Honda untuk memasarkan tiga unit bisnisnya meliputi : Penjualan Unit/ Sales SMH (H1), Perbengkelan/ Maintenance (H2) dan Penjualan Suku Cadang/ Spare Part (H3). Cikal bakal berdirinya perusahaan yang merupakan salah satu dari Perusahaan Grup New Armada ini ialah berawal dari terbentuknya Perseroan Komanditer CV. Tunas Jaya, berdomisili di Kota Magelang, bergerak di bidang Perdagangan Umum Otomotif, baik kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua (baru dan bekas) dengan segala asesoris partnya, dengan akta notaris Anggraini Widjaja, SH nomor 17 tanggal 14 April 1983 dan akta perubahannya nomor 23 tanggal 22 Juni 1983. Berikutnya secara berturut-turut dilakukan perubahan dengan akta notaris HLH. Verhoeven, SH nomor 8 tanggal 15 Januari 1991 yang ter-registrasi pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri Magelang nomor registrasi 6/ 1991 tanggal 23 Januari 1991. Kemudian dilakukan perubahan kembali dengan akta nomor 28 tanggal 14 April 1992 yang ter-registrasi pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri Magelang nomor 15/ 1992 tanggal 20 April 1992. Dan dalam rangka mengikuti tuntutan perkembangan dunia otomotif, pada tanggal 26 Juni 1992, CV. Tunas Jaya mengembangkan sayap usahanya ke wilayah Yogyakarta dengan dibentuknya cabang baru CV. Tunas Jaya yang berdomisili Jl. Laksda Adi Sucipto No. 63 Yogyakarta, dengan akta notaris HLH. Verhoeven, SH tanggal 26 Juni 1992. Kemudian disahkan dengan Surat Keputusan Kantor Departemen Perdagangan Kota Yogyakarta pada tanggal 02 Maret 1993. Sekalipun tetap dalam satu bendera perusahaan, yaitu CV. Tunas Jaya, guna mengoptimalkan pengelolaan bidang usaha yang ada, dilakukan pemisahan asset antara otomotif roda dua dengan otomotif roda empat. Untuk roda empat manajemen dikelola oleh PT. Armada International Motor (Mewakili Grup Otomotif Roda Empat), sedangkan untuk roda dua tetap dikelola secara independen.

Sehubungan dengan adanya perubahan kebijakan pemerintah mengenai bentuk usaha, yaitu dengan berlakunya UU - RI No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas dan sekaligus guna mengoptimalkan pengelolaan CV. Tunas Jaya yang berada di wilayah Yogyakarta, maka pada tanggal 10 Nopember 1995 diadakan perubahan bentuk usaha menjadi bentuk Perseroan Terbatas (PT), sekaligus dilakukan pemisahan asset kedua wilayah. Untuk wilayah Kedu (Magelang dan sekitarnya) dengan akta Notaris HLH. Verhoeven, SH nomor 18 tanggal 10 Nopember 1995, diberi nama PT. Armada Tunasjaya (Pengesahan Menteri Kehakiman RI nomor C2-5356.HT.01.01.TH.96 tanggal 6 Maret 1996). Sedangkan wilayah Yogyakarta dengan akta Notaris HLH. Verhoeven, SH nomor 19 tanggal 10 Nopember 1995, diberi nama PT. Tunasjaya Mekararmada (Pengesahan Menteri Kehakiman RI nomor C2-5355.HT.01.01.TH.96 tanggal 6 Maret 1996). Adapun perubahan aktanya, untuk PT. Armada Tunasjaya dengan akta perubahan nomor 2 tanggal 1 Desember 1997 (Pengesahan Menteri Kehakiman RI nomor C2-8474 HT.01.04.Th.98 tanggal 10 Juli 1998). Untuk PT. Tunasjaya Mekararmada dengan akta perubahan nomor 18 tanggal 5 Maret 1998 dengan pengesahan Menteri Kehakiman RI nomor C-10497 HT.01.04.Th.99 tanggal 3 Juni 1999. Guna menyesuaikan dengan kebijakan PT. Astra International Tbk - Honda selaku Main Dealer bahwa setiap perusahaan yang ditunjuk sebagai Dealer Resmi harus memfokuskan pada perdagangan unit kendaraan / Sepeda Motor Honda, maka pada tanggal 02 Januari 1996, dengan ditandatanganinya Perjanjian Kedealeran (untuk yang pertama kali) antara PT. Astra International Tbk - Honda Sales Operation dengan PT. Armada Tunasjaya dan PT. Tunasjaya Mekararmada, dengan demikian kedua Perseroan Terbatas tersebut resmi menjadi Dealer Resmi Sepeda Motor Honda.
Dalam rangka tuntutan pemekaran wilayah pemasaran Dealer Tunasjaya guna mengikuti laju perkembangan dunia otomotif, secara berturut-turut dilakukan pembukaan cabang baik di wilayah Kedu maupun wilayah Yogyakarta :

  1. Tanggal 9 Pebruari 1996, dengan akta notaris HLH. Verhoeven, SH nomor 19 dilakukan pembukaan Cabang PT. Armada Tunasjaya, berdomisili di Kec. Kutoarjo, Kabupaten Purworejo.
  2. Tanggal 29 Oktober 1998, dengan akta notaris HLH. Verhoeven, SH nomor 38 dilakukan pembukaan Cabang PT. Armada Tunasjaya, berdomisili di Kabupeten Temanggung.
  3. Tanggal 20 Mei 1999, dengan akta notaris HLH. Verhoeven, SH nomor 13 dilakukan pembukaan Cabang PT. Armada Tunasjaya, berdomisili di Kec. Muntilan, Kabupeten Magelang.

Adapun untuk wilayah Yogyakarta, mengingat luasnya Wilayah/ Daerah yang meliputi 5 wilayah
(Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunung Kidul dan Kulon Progo), maka untuk mengoptimalkan pangsa pasar Tunasjaya sehingga bisa meng-cover ke seluruh Wilayah/ Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal 23 Juni 1998 dibentuk cabang baru PT. Tunasjaya Mekararmada yang berdomisili hukum di Jl. Magelang Km. 5,5 - Sleman. Dalam rangka memantapkan manajemen atau pengelolaan di seluruh Dealer Resmi Sepeda Motor Honda yang tergabung dalam New Armada Group yang meliputi 6 Cabang yang tersebar di wilayah Yogyakarta dan Kedu, pada tanggal 1 September 2003, segenap dewan direksi Holding New Armada Group beserta jajaran manajemen memutuskan peng-konsolidasian manajemen antara PT. Tunasjaya Mekararmada (baik induk maupun cabangnya yang berdomisili di wilayah Yogyakarta) dengan PT. Armada Tunasjaya (baik induk maupun cabangnya yang berdomisili di wilayah Kedu), dengan memunculkan group konsolidasi baru yang disepakati dengan nama TUNASJAYA HONDA MOTOR GROUP yang berkantor pusat (Holding) di Kota Magelang. Perkembangan Tunasjaya Honda Motor Group setelah dilakukan konsolidasi pada tanggal 1 September 2003 tahap demi tahap menunjukkan prestasi yang cukup mengembirakan. Dimana fokus pengembangan pemasaran unit bisnis penjualan SMH (H1) dilakukan perluasan dengan dibentuknya divisi baru, meliputi Group Customer Sales (GCS), Arisan, Built Up, Marketing Spare Part.

  1. Group Customer Sales adalah salah satu divisi penjulan yang orientasi bisnisnya adalah menjaring customer di lingkungan atau instansi baik pemerintahan maupun swasta yang area pemasarannya meliputi wilayah Jawa Tengah dan DIY.
  2. Arisan adalah sebagai salah satu divisi alternatif hasil pengembangan sistem penjualan yang mengadopsi sistem kelompok arisan di masyarakat. Dimana respon masyarakat terhadap model penjualan ini cukup banyak, dan berhasil menjaring masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Secara lebih rinci perkembangan divisi arisan sebagai berikut : Yaitu dimulai pada bulan Oktober 2004, Arisan Tunasjaya membuka 2 gelombang dengan sistem lelang tertutup. Dan sebagai pengembangan sistem arisan, pada tanggal 1 Juli 2005 dibuka kembali arisan dengan model sistem gugur. Sistem ini terbukti lebih banyak diminati masyarakat dengan anggota kepesertaan mencapai 1500 orang (dua gelombang wilayah Kedu & DIY).
  3. Built Up adalah salah satu divisi penjualan yang orientasi bisnisnya adalah memasarkan produk Sepeda Motor Honda Built Up yang dikembangkan dari hasil kerja sama antara Tunasjaya dengan Honda Racing Club (HRC) Surabaya. Pangsa pasarnya ialah masyarakat menengah ke atas.
  4. Marketing Spare Part adalah salah satu divisi baru hasil pengembangan sistem penjualan Spare Part (Suku Cadang) Sepeda Motor Honda. Dimana sebelumnya sistem penjualan dilakukan hanya secara pasif, yaitu mengandalkan melalui Counter Spare Part (H3) yang dalam aktivitas penjualannya mendampingi Bengkel (H2). Adapun konsep Marketing Spare Part, orientasi bisnisnya dikembangkan dengan sistem penjualan secara aktif, yaitu dengan membentuk Sales Force Kanvas H3 sebagai tenaga pemasarnya melakukan penawaran ke Bengkel-bengkel dan Part Shop di wilayah Kedu & DIY.even, SH nomor 18 & 19 tanggal 10 Nopember 1995; Akta Notaris H.V.H. Verhoeven, SH.